What? Travelling? kayanya gak pas deh, kalau pake kata "travelling". so heavy... kalau kata orang mah, "apa banget deh"
ok, tak mulai y?
Perjalanan dimulai dari 2 s/d 6 Nov 2012, izin dari jauh-jauh hari ke Ibu tercinta dan ke "nyonya besar" (YouKnowWhatIMean?), keluarlah beberapa pertanyaan yg sama "mau ngapain kesana?", "sama siapa aja nanti kesananya?", "temennya cewe atau cowo?". Biasalah, anak perempuan kalau mau keluar rumah mesti diwanti-wanti, ngerti aja sih. Apalagi ini mungkin pertama kalinya ane keluar jauh sendirian (gak ada keluarga atau saudara yg ikut)
. Awal rencananya berangkat berdua sama temen, tapi pas hari keberangkatan dia ngbatalin.. Alhasil, berangkat sendiri.. (ini termasuk solo travelling bukan y? kayanya sih bukan)
Jum'at, 2 November 2012
----- Jakarta
Berangkat jam 10.00 ke Stasiun Pasar Senen, bawa 2 ransel, 1 isi barang pribadi (baju, peralatan mandi, dkk lah pokoknya
), 1 lagi isinya peralatan papercraft, barang-barang penting (dompet, handphone), dan barang yang sering dipakai selama perjalanan. Sampai TKP sekitar jam 10.30, tuker tiket (untuk penukaran tiket online, di loket 7 y
), masuk ke jalur 3, terusss..... nunggu deh sampai jam 12.30. (betapa rajinnya, berangkat dari jam 10, padahal kereta jalan jam 12.30, ckckck terlam...pauuuu
)
Paling gak banget itu, pas Dzuhur, you know? Friday! mbroooo, masjid penuh para laki-laki perkakas *eh* perkasa, ane bingung mau sholat sebelah mane, akhirnya nekat, wudhu, nyempil di pojokan, dan parahnya minta tolong ke bapak-bapak "bapak, maaf. saya mau sholat dzuhur dulu sebentar. saya mau titip barang bawaan saya, boleh?" dan Alhamdulillahnya, si bapak mengiyakan, dan bener-bener dijagain tuh barang bawaan, sampai ane selesai (kebetulan masih sesi ceramah sebelum sholat Jum'at) Makasih sangat buat bapak yg belum sempat ane tanya namanya
.
Ada lagi 1 bapak, dia sama-sama nunggu kereta. Mbrooo, kelar sholat (kelar Jum'atan juga yg pasti si itu bapak) lapar merajalela, bukannya gak mau beli makanan stasiun, cuma ada wanti-wanti soal makanan dari "chun", akhirnya cuma duduk beli minuman.
) Lagi-lagi, ane gak sempat nanya nama si bapak. Makasih buat rotinya 
Kereta datang tepat waktu, yup tepat jam 12.30 keretanya pun jalan. Ane waktu itu pake Kereta ekonomi GBM Selatan, jalur Jakarta - Surabaya, turun di Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta, harga tiket sesuai kantong cuma Rp 33.500,- (kadang harga tiketnya Rp 35.000,- atau lebih). Selama di kereta beberapa orang ane gangguin lewat sms (itung-itung ngilangin bosen), sebut saja @dancing_in_the_rain sama "kapten". Mulai dari tanya-tanya soal tempat nginep, kira-kira bisa nemenin selama di Jogja atau gak, sampai ngobrolin hal-hal yang gak penting sekali pun (OOT parah mode on lah pokoknya).
Di kereta beneran roaming tiada tara, mungkin kalau pake GT (red. Google Translate) pun langsung 404 kali y? Mulai dari bahasa Jawa yg halusnya keubun-ubun, sampai bahasa Batak dengan logat nada tinggi (yg sebenernya bukan nada marah), sedangkan ane orang Jakarta yg cuma ngerti "piye kabare?" sama "horas bah" dan cuma bisa senyam-senyum gak jelas dengerin mereka ngomong. Setidaknya berusaha sopan ke siapa aja.. *bata melayang #pletakk!!
Paling seru itu, dengerin cerita dari beberapa penjual di kereta. Ceritanya mulai dari tentang anak-anak mereka, sampai mereka sempat ditangkap polisi karena berjualan di gerbong. Sebenernya gak cerita langsung ke ane sih, tapi cerita ke orang yang sebangku sama ane dan ane (tidak sengaja dan secara tidak langsung) menjadi pendengar yg kadang-kadang roaming dengarnya. Lagi seru-serunya cerita, 1 orang bilang "ada petugas, umpetin barang-barangnya". Mbroo, kadang mereka bukan cuma ngumpetin barang dagangannya aja, sama orangnya pun ngumpet di bawah kolong tempat duduk di antara sela-sela barang bawaan dan kaki penumpang. Sampai segitunya loh mereka tuk makan, kejar-kejaran sama polisi, ngejar-ngejar kereta yg lagi jalan, dan beberapa dari mereka pun meninggal (YouKnowWhy?) karena kena kereta. Cuma buat anak-anak, mereka rela sampai segitunya. Umur mereka pun, rata-rata udah lebih dari setengah abad, buat jalan pun susah *ngambil tissue*. Semoga mereka dan keluarga mereka, selalu diberikan kesehatan dan kebahagiaan, aamiin..
Tidur pulas setelah merasakan hujan. Bukan hujannya, lebih tepatnya merasakan hawa sejuk, aroma tanah, buat badan jadi lebih santai *walau pun sebenernya -sensor-*
----- Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta
Jam 22.10 (red. waktu bagian handphone ane, settingan jam masih jam Jakarta), sampai dengan selamat setelah menempuh perjalanan kurang lebih 10 jam. Gak pakai tendeng aling-aling, langsung telepon "kapten". Entah kenapa, "kapten" jadi orang pertama yg ane hubungin begitu sampai di Jogja (red. Yogyakarta).
.
Perjalanan baru akan dimulai.
Begitu ketemu, langsung jalan pakai kuda besinya "kapten" (sedikit info, Jogja tuh "must use a helmet") ke tempat makan, masih sekitaran stasiun. Sambil makan, ngobrolin soal nginep dimana, sampai rencana ane di Jogja, dan lain-lain sebagainya. Oh iya, sebelum ke Jogja ada 1 orang yg ane hubungin sekedar meminta perizinan. Ane panggil dia "om", begini izinnya...
Perjalanan dimulai dari 2 s/d 6 Nov 2012, izin dari jauh-jauh hari ke Ibu tercinta dan ke "nyonya besar" (YouKnowWhatIMean?), keluarlah beberapa pertanyaan yg sama "mau ngapain kesana?", "sama siapa aja nanti kesananya?", "temennya cewe atau cowo?". Biasalah, anak perempuan kalau mau keluar rumah mesti diwanti-wanti, ngerti aja sih. Apalagi ini mungkin pertama kalinya ane keluar jauh sendirian (gak ada keluarga atau saudara yg ikut)
Jum'at, 2 November 2012
----- Jakarta
Berangkat jam 10.00 ke Stasiun Pasar Senen, bawa 2 ransel, 1 isi barang pribadi (baju, peralatan mandi, dkk lah pokoknya
Paling gak banget itu, pas Dzuhur, you know? Friday! mbroooo, masjid penuh para laki-laki perkakas *eh* perkasa, ane bingung mau sholat sebelah mane, akhirnya nekat, wudhu, nyempil di pojokan, dan parahnya minta tolong ke bapak-bapak "bapak, maaf. saya mau sholat dzuhur dulu sebentar. saya mau titip barang bawaan saya, boleh?" dan Alhamdulillahnya, si bapak mengiyakan, dan bener-bener dijagain tuh barang bawaan, sampai ane selesai (kebetulan masih sesi ceramah sebelum sholat Jum'at) Makasih sangat buat bapak yg belum sempat ane tanya namanya
Ada lagi 1 bapak, dia sama-sama nunggu kereta. Mbrooo, kelar sholat (kelar Jum'atan juga yg pasti si itu bapak) lapar merajalela, bukannya gak mau beli makanan stasiun, cuma ada wanti-wanti soal makanan dari "chun", akhirnya cuma duduk beli minuman.
"Dek, mau kemana?"Si bapak tau ane kelaperan darimane? (ngambil kaca
"Ke Jogja Pak, Bapak mau kemana?"
"saya mau ke Gombong"
"Oh, berarti sebelum Kebumen y Pak?"
"Iya, udah makan dek?"
"Udah pak, nih" sambil angkat botol
"Itu mah minum doang dek, y udah pesen aja makanan disitu, kebetulan Bapak belum bayar, biar nanti sekalian Bapak bayarin"
"Gak usah Pak, makasih. Nanti di kereta juga makan"
"Y beda lagi itu mah. Y udah, klo gitu ini buat kamu" dikasih lah 1 bungkus roti ukuran sedang
"Loh? Eh, iya Pak makasih y Pak" gak lama keretanya datang si Bapak hilang, masuk ke gerbong entah yg mana.
Kereta datang tepat waktu, yup tepat jam 12.30 keretanya pun jalan. Ane waktu itu pake Kereta ekonomi GBM Selatan, jalur Jakarta - Surabaya, turun di Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta, harga tiket sesuai kantong cuma Rp 33.500,- (kadang harga tiketnya Rp 35.000,- atau lebih). Selama di kereta beberapa orang ane gangguin lewat sms (itung-itung ngilangin bosen), sebut saja @dancing_in_the_rain sama "kapten". Mulai dari tanya-tanya soal tempat nginep, kira-kira bisa nemenin selama di Jogja atau gak, sampai ngobrolin hal-hal yang gak penting sekali pun (OOT parah mode on lah pokoknya).
Di kereta beneran roaming tiada tara, mungkin kalau pake GT (red. Google Translate) pun langsung 404 kali y? Mulai dari bahasa Jawa yg halusnya keubun-ubun, sampai bahasa Batak dengan logat nada tinggi (yg sebenernya bukan nada marah), sedangkan ane orang Jakarta yg cuma ngerti "piye kabare?" sama "horas bah" dan cuma bisa senyam-senyum gak jelas dengerin mereka ngomong. Setidaknya berusaha sopan ke siapa aja.. *bata melayang #pletakk!!
Paling seru itu, dengerin cerita dari beberapa penjual di kereta. Ceritanya mulai dari tentang anak-anak mereka, sampai mereka sempat ditangkap polisi karena berjualan di gerbong. Sebenernya gak cerita langsung ke ane sih, tapi cerita ke orang yang sebangku sama ane dan ane (tidak sengaja dan secara tidak langsung) menjadi pendengar yg kadang-kadang roaming dengarnya. Lagi seru-serunya cerita, 1 orang bilang "ada petugas, umpetin barang-barangnya". Mbroo, kadang mereka bukan cuma ngumpetin barang dagangannya aja, sama orangnya pun ngumpet di bawah kolong tempat duduk di antara sela-sela barang bawaan dan kaki penumpang. Sampai segitunya loh mereka tuk makan, kejar-kejaran sama polisi, ngejar-ngejar kereta yg lagi jalan, dan beberapa dari mereka pun meninggal (YouKnowWhy?) karena kena kereta. Cuma buat anak-anak, mereka rela sampai segitunya. Umur mereka pun, rata-rata udah lebih dari setengah abad, buat jalan pun susah *ngambil tissue*. Semoga mereka dan keluarga mereka, selalu diberikan kesehatan dan kebahagiaan, aamiin..
Tidur pulas setelah merasakan hujan. Bukan hujannya, lebih tepatnya merasakan hawa sejuk, aroma tanah, buat badan jadi lebih santai *walau pun sebenernya -sensor-*
----- Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta
Jam 22.10 (red. waktu bagian handphone ane, settingan jam masih jam Jakarta), sampai dengan selamat setelah menempuh perjalanan kurang lebih 10 jam. Gak pakai tendeng aling-aling, langsung telepon "kapten". Entah kenapa, "kapten" jadi orang pertama yg ane hubungin begitu sampai di Jogja (red. Yogyakarta).
"Assalammu'alaikum kapt. Udah nyampe nih, nunggu dimana?" sambil tengak-tengok cari lapak buat rehat.Benar, gak sampai 5 menit, "kapten" telepon balik.
"Wa'alaikumsalam. Y udah tunggu aja di pintu keluar, jangan kemana-mana y" sayup-sayup terdengar suara angin dan deru kendaraan.
"Iyo iyo, masih lama tak?" masih tengak-tengok, entah nyari apa lagi.
"Gak kok."
"Kamu dimana?"Sekedar info saja, ane dan "kapten" belum pernah ketemu sama sekali. Alhasil pakai sedikit insting dan sedikit iseng *padahal sudah ngira-ngira, kalau "kapten" yg itu* pas dekat orangnya, selonong boy, dan respon mukanya "kapten" tuh bikin ketawa sengakak-ngakaknya, antara bertanya-tanya "ini benar orangnya atau bukan" dan bingung "kok lewat aja". Maaf kapten, iseng tuh sehat
"Di depan pintu keluar stasiun pas. Agak minggir dikit, deket mobil."
"Dimana deh? Ini aku di parkiran selatan"
"Haduh kapteeennn, baru nyampe jangan dicekokin arah mata angin dulu nape"
"Gini deh, kamu liat rambu-rambu gak? Yg kuning kedip-kedip. Aku deket situ."
Tolah-toleh "Oh, iya iya liat. Y udah aku kesana"
"Kamu Rysne?"
"Iya, kenapa?"
"Dasar, padahal udah sama-sama liat. Bukannya negor atau apa kek gitu, malah lewat aja."
"Hehehe, maap kapt. Sengaja, iseng." nyengir kuda
Perjalanan baru akan dimulai.
Begitu ketemu, langsung jalan pakai kuda besinya "kapten" (sedikit info, Jogja tuh "must use a helmet") ke tempat makan, masih sekitaran stasiun. Sambil makan, ngobrolin soal nginep dimana, sampai rencana ane di Jogja, dan lain-lain sebagainya. Oh iya, sebelum ke Jogja ada 1 orang yg ane hubungin sekedar meminta perizinan. Ane panggil dia "om", begini izinnya...
Om, mbanya aku booking tuk 3 hari kedepan y. Boleh?Kembali ke obrolan ane dan "kapten". Dikarenakan ane sendirian, dan perempewi *eh* perempuan. Akhirnya "kapten" ambil inisiatif soal penginapan ane, di rumahnya "kapten". Selesai makan langsung jalan ke rumah "kapten" di daerah Wates, jaraknya kurang lebih 1 jam perjalanan motor dari stasiun.
P.S:


0 komentar:
Posting Komentar